Minggu, 06 September 2020

BERBICARA MENGENAI SISTEM EKONOMI

Berbicara mengenai sistem ekonomi sudah menjadi hal yang tak asing dewasa ini, karena untuk menjalankan roda perekonomian suatu negara sudah pasti harus mempunyai suatu susunan kerangka rencana yang akan diambil untuk mencapai tujuan ekonominya. Namun, meskipun topik sistem ekonomi ini sudah menjadi hal yang tak asing, akan lebih baik jika kita memahami lebih dalam mengenai apa itu sebenarnya sistem ekonomi. Oleh karena itu, mari simak uraian berikut!


SISTEM PEREKONOMIAN

Sistem ekonomi merupakan seperangkat susunan kerangka kerja yang ditujukan untuk mewujudkan tujuan ekonomi suatu negara. Sistem ekonomi yang diterapkan disetiap negara berbeda karena potensi dan sumber daya serta kekayaan yang dimiliki masing-masing negara tidak sama.

Secara umum sistem ekonomi dibedakan menjadi tiga bentuk, yaitu sistem ekonomi kapitalis, sosialis, dan campuran,. Masing masing sistem ekonomi ini memiliki ciri, kelebihan dan kelemahannya masing masing. Untuk lebih jelasnya simaklah uraian berikut.

a.      Sistem Ekonomi Kapitalis

Sistem ekonomi kapitalis atau yang biasa disebut sistem ekonomi pasar bebas (Free Market Economic System) adalah sistem ekonomi yang dimana didalamnya pihak swasta lebih berperan besar daripada pihak pemerintah. Sistem ekonomi ini sangat mengutamakan kebebasan individu dalam berkreasi. Campur tangan pemerintah sangat minim dalam sistem perekonomian ini, oleh karena itu pemerataan pendapatan sangat sulit dicapai karena setiap orang hanya mementingkan kepentingan individualnya saja. Beberapa negara yang menerapkan sistem ekonomi kapitalis : Amerika Serikat, Meksiko, Inggris, Jepang, Korea Selatan, dan lain-lain.

 

Ciri-ciri sistem ekonomi kapitalis :

    1.  Campur tangan pemerintah sangat minim
    2. Hak milik individu sangat diakui
    3.  Faktor produksi dikuasai oleh pihak swasta
    4. Setiap kegiatan ekonomi bertujuan untuk mencari keuntungan
    5. Kebebasan masyarakat untuk berinovasi
    6. Masyarakat dibagi menjadi dua yaitu sebagai pemilik sumber daya produksi dan sebagai buruh
    7. Kondisi pasar menjadi dasar untuk mengambil keputusan ekonomi

Kelebihan sistem ekonomi kapitalis :

    1. Diberi kebebasan kepada  individu untuk berinovasi dan memilih pekerjaan
    2. Mengurangi beban pemerintah
    3. Munculnya prestasi yang tinggi karena ketatnya persaingan
    4. Barang yang diproduksi berkualitas tinggi

Kelemahan sistem ekonomi kapitalis :

    1. Timbul berbagai kesenjangan sosial karena banyaknya pengangguran
    2. Timbul kerusakan lingkungan akibat monopoli yang berlebihan
    3. Pemilik modal kecil sulit untuk berkembang
    4. Tidak adanya pemerataan pendapatan

b.      Sistem Ekonomi Sosialis

Sistem ekonomi ini sering juga disebut sistem ekonomi komando atau terpusat. Sistem ekonomi sosialis merupakan kebalikan dari sistem ekonomi kapitalis yang dimana seluruh kegiatan ekonomi dikuasai oleh negara. Beberapa negara yang menganut sistem ekonomi sosialis adalah Korea Utara, Cina, Kuba, Vietnam, dan lain-lain.

 

Ciri-ciri sistem ekonomi sosialis :

    1. Semua faktor produksi dikuasi oleh pemerintah
    2. Pekerjaan ditentukan oleh pemerintah
    3. Kebijakan ekonomi sepenuhnya diatur oleh pemerintah
    4. Hak milik perorangan tidak diakui
    5. Kebebasan individu untuk berusaha tidak ada.

Kelebihan sistem ekonomi sosialis :

    1. Pemerintah bertanggung jawab penuh terhadap perekonomian
    2. Kesenjangan sosial diantara masyarakat  tidak besar
    3. Tidak ada kelangkaan barang disuatu daerah karena distribusi diatur oleh pemerintah
    4. Kemakmuran masyarakat mudah tercapai
    5. Perekonomian lebih terkendali

Kelemahan sistem ekonomi sosialis :

    1. Potensi dan kreatifitas masyarakat terhambat dan tidak berkembang
    2. Hak milik perorangan tidak diakui
    3. Perkembangan ekonomi lambat karena kreasi dan inovasi terhambat

c.       Sistem Ekonomi Campuran

Sistem ekonomi campuran (Mixed Economic System)adalah kombinasi antara sistem ekonomi kapitalis dan sosialis. Sistem ekonomi campuran merupakan sistem ekonomi yang dikendalikan dan diawasi oleh pemerintah akan tetapi masyarakat memiliki kebebasan untuk memilih kegiatan ekonomi yang akan dilakukan. Beberapa negara yang menganut sistem ekonomi campuran adalah Indonesia, India, Filiphina, Malaysia, dan lain-lain.

 

Ciri-ciri sistem ekonomi campuran :

    1. Kegiatan ekonomi melibatkan pihak pemerintah dan swasta
    2. Kemungkinan terjadinya monopoli sangat kecil
    3. Pemerintah ikut serta dalam mangatasi masalah harga
    4. Negara menguasai sektor yang dibutuhkan oleh umum
    5. Masyarakat memegang peran penting
    6. Hak milik swasta diakui asalkan tidak mengganggu kebutuhan umum

Kelebihan sistem ekonomi campuran :

    1. Hak milik individu diakui
    2. Penetapan harga lebih terkendali
    3. Kegiatan ekonomi terarah untuk kepentingan umum
    4. Kestabilan ekonomi mudah dicapai
    5. Pemilik modal kecil atau usaha menengah bisa berkembang karena mendapat perhatian dari pemerintah

Kelemahan sistem ekonomi campuran :

    1. Beban pemerintah lebih berat
    2. Keuntungan pihak swasta tidak maksimal

 

Namun, selain ketiga sistem ekonomi diatas masih ada satu sistem ekonomi lainnya yang juga memiliki sistem serta kelebihan dan kelemahan yang berbeda. Sistem ekonomi tersebut adalah sistem ekonomi tradisional.

  • Sistem Ekonomi Tradisional

Sistem ekonomi tradisional merupakan sistem ekonomi yang digunakan pada masyarakat tradisional, pada sistem ekonomi ini ikatan kekeluargaan masih sangat kuat dan terasa.

            Ciri-ciri sistem ekonomi tradisional :

  1. Teknik produksi masih bersifat sederhan
  2. Masih sepenuhnya mengandalkan tenaga manusia karena masih kurang menguasai mesin-mesin teknologi
  3. Tanah merupakan sumber kemakmuran yang utama
  4.  Barang-barang yang dijual dominan hasil pertanian
  5. Tradisi sangat mempengaruhi kegiatan ekonomi
  6. Tidak adanya pembagian kerja
  7. Tujuan kegiatan ekonomi bukan mencapai keuntungan namun untuk memenuhi kebutuhan sehari hari

 

Kelebihan sistem ekonomi tradisional :

  1. Persaingan tidak begitu ketat
  2. Rasa gotong royong tinggi
  3. Tidak adanya kesenjangan yang timbul karena berazaskan kekeluargaan
  4. Tidak ada monopoli perdagangan

Kelemahan sistem ekonomi tradisional :

  1. Tidak adanya efisiensi dalam kegiatan ekonomi
  2. Kualitas barang rendah
  3. Laju perkembangan ekonomi cenderung lambat
  4. Tidak adanya standar nilai tukar yang baku, karena pertukaran barang dengan barang atau barter